banner 728x250
Daerah  

Dari Kepadangan Menuju Generasi Sehat: SPPG Resmi Dibuka, Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 23 Februari 2026

SIDOARJO, 21 Februari 2026 — Sabtu sore itu, suasana Desa Kepadangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, terasa lebih hidup dari biasanya. Sejak menjelang waktu asar, warga mulai berdatangan ke balai desa. Ibu-ibu mengenakan busana terbaiknya, para tokoh masyarakat duduk berdampingan dengan aparat desa, sementara anak-anak berlarian kecil dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

Hari itu bukan sekadar pertemuan rutin warga. Desa Kepadangan mencatatkan langkah penting dalam perjalanan pembangunannya melalui peresmian Satuan Pelayanan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG)—sebuah fasilitas layanan gizi yang dirancang untuk memperkuat fondasi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.


Peresmian SPPG menjadi simbol komitmen bersama bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kesehatan dan kecukupan gizi menjadi pondasi utama bagi generasi penerus.

Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh agama dan masyarakat, unsur TNI-Polri, perwakilan legislatif, hingga para pendidik setempat. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan gizi bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Tulangan, Moch. Andi Sulistiono, menegaskan bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama.


SPPG ini bukan sekadar bangunan, tetapi investasi masa depan bagi anak-anak kita. Ketika mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, kita sedang menyiapkan generasi yang kuat, sehat, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang solid agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Tanpa sinergi antara pemerintah desa, tenaga pendidik, aparat keamanan, serta relawan masyarakat, tujuan mulia tersebut akan sulit tercapai.

Salah satu momen paling dinanti dalam acara tersebut adalah pengumuman peluncuran program Running MBG (Makan Bergizi Gratis). Mitra SPPG, Hj. Nurul Aini, S.H., memastikan bahwa program ini akan mulai berjalan efektif pada 23 Februari 2026.

Program MBG dirancang secara terukur dengan memperhatikan standar kebutuhan gizi harian anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Menu makanan akan disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, sayuran, buah, serta pengolahan yang higienis dan aman dikonsumsi.

Menurut Hj. Nurul Aini, tujuan utama MBG sangat jelas: memastikan tidak ada lagi anak di Desa Kepadangan yang tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi.

“Distribusi makanan bukan hanya soal membagikan, tetapi memastikan benar-benar dikonsumsi sesuai kebutuhan. Kami ingin manfaatnya nyata—terlihat dalam kesehatan, konsentrasi belajar, dan tumbuh kembang anak-anak,” jelasnya.

Pengelolaan program akan dilakukan secara terkoordinasi, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Sistem monitoring juga disiapkan agar pelaksanaan berjalan konsisten dan transparan.

Pengurus yayasan setempat, Sulaiman, S.Sos, menambahkan bahwa keberhasilan SPPG dan MBG tidak cukup hanya bergantung pada semangat awal. Tata kelola yang terbuka, profesional, dan akuntabel menjadi fondasi penting agar masyarakat merasa dilibatkan dan percaya terhadap program ini.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat—mulai dari orang tua, guru, hingga relawan desa.


Kalau ini hanya dianggap program bantuan, maka semangatnya akan cepat padam. Tapi jika ini menjadi gerakan bersama, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tidak hanya peresmian, kegiatan sore itu juga diwarnai dengan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Momen ini menjadi titik emosional yang menyentuh hati para hadirin. Anak-anak yang menerima bantuan tampak sumringah, sementara warga memberikan doa dan tepuk tangan penuh haru.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat acara ditutup dengan buka puasa bersama. Seluruh elemen masyarakat—dari aparat hingga warga biasa—duduk sejajar, menikmati hidangan sederhana dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Momen tersebut menjadi simbol bahwa membangun generasi sehat tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Ia lahir dari rasa peduli, kebersamaan, dan tekad kolektif untuk melihat anak-anak tumbuh lebih baik dari hari ini.

Dengan diresmikannya SPPG dan dimulainya program MBG pada 23 Februari 2026, Desa Kepadangan memulai babak baru dalam pembangunan berbasis kesehatan. Langkah kecil dari sebuah desa ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian dan tindakan nyata.

Dari Kepadangan, harapan itu kini tumbuh—menuju generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *