
BOJONEGORO – CV Lisa menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan salah satu media online terkait kegiatan pengolahan lahan pertanian di Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk, Rabu (04/03/26). Pihak perusahaan menilai pemberitaan tersebut belum sepenuhnya menghadirkan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Direktur CV Lisa, Rofiudin, menjelaskan bahwa kegiatan yang tengah berlangsung merupakan bentuk kerja sama resmi antara pemilik lahan dan CV Lisa dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian.
Menurutnya, program tersebut difokuskan pada pengolahan lahan kering agar dapat bertransformasi menjadi lahan sawah yang subur dan produktif.
“Alhamdulillah, hasilnya sudah bisa dilihat di lapangan. Lahan yang sebelumnya kering kini telah menjadi sawah yang siap ditanami dan memberikan harapan baru bagi para petani,” ungkap Rofiudin.
Terkait isu dugaan pertambangan, ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar. Penggunaan alat berat, kata dia, semata-mata sebagai sarana teknis dalam proses pemerataan dan pengolahan lahan.
“Tidak semua penggunaan alat berat identik dengan kegiatan tambang. Di lokasi tersebut murni pengolahan lahan pertanian. Kami berharap rekan-rekan media dapat memahami secara komprehensif sebelum menarik kesimpulan,” tegasnya.
Rofiudin juga memastikan bahwa terkait tanah hasil pemerataan, CV Lisa telah mengantongi izin yang sah serta menjalankan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar setiap pemberitaan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan prinsip check and recheck sebagaimana diatur dalam Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik, yakni kewajiban wartawan untuk bersikap independen, akurat, dan berimbang.
“Kami menghormati kebebasan pers. Namun kami juga berharap setiap informasi yang disampaikan kepada publik melalui proses konfirmasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.
Secara terpisah, salah satu pemilik lahan yang enggan disebutkan namanya mengaku merasakan dampak positif dari kerja sama tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Lahan yang dulu kurang produktif kini berubah menjadi sawah yang subur dan memberi harapan untuk hasil panen yang lebih baik,” tuturnya.


