
BOJONEGORO – Sebanyak 200 tukang becak dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik. Bantuan tersebut merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang diberikan menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian kepada para penarik becak tradisional yang sebagian besar telah lanjut usia.
Koordinator Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Jawa Timur, Dimas Ramdana, mengatakan becak listrik yang diberikan memiliki kecepatan maksimal sekitar 20 kilometer per jam. Sementara untuk jarak tempuh, kendaraan tersebut dapat melaju hingga sekitar 50 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, tergantung beban dan kondisi jalan.
“Dengan tenaga listrik ini, pengemudi becak tidak perlu mengeluarkan tenaga terlalu besar saat bekerja dan kendaraan ini juga lebih ramah lingkungan,” ujar Dimas saat sosialisasi becak listrik di Taman Evakuasi Bahagia, Kecamatan Trucuk, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, harga satu unit becak listrik tersebut diperkirakan sekitar Rp22 juta. Melalui bantuan ini, diharapkan para penarik becak dapat meningkatkan pendapatan sekaligus tetap mampu bersaing dengan transportasi berbasis aplikasi atau ojek online.
Selain mengikuti sosialisasi penggunaan becak listrik, para penerima bantuan juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa bantuan becak listrik tersebut merupakan bantuan pribadi dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada para penarik becak tradisional yang masih bekerja keras di usia lanjut.
“Hari ini para penerima bantuan akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu mengenai cara mengendarai becak listrik, karena tentu berbeda dengan becak konvensional. Setelah itu, mereka akan melakukan konvoi menuju Pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Besok direncanakan akan dilaksanakan serah terima secara resmi dari Wakil Ketua Gerakan Solidaritas Nasional,” ujar Nurul.



