
Mojokerto, Jawa Timur – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR). Melalui kegiatan sosial bertajuk Safari Ramadhan, organisasi ini menyalurkan sekitar 1.000 paket sembako serta santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) di dua wilayah, yaitu di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, dan di Dusun Bakung, Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Warga setempat tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di bulan penuh berkah ini.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua LSM FPSR, Aris Gunawan, bersama sejumlah pengurus organisasi. Turut hadir pula pengurus FPSR dari Kabupaten Sidoarjo yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Aris Gunawan menjelaskan bahwa kegiatan berbagi sembako dan santunan di bulan Ramadhan merupakan program rutin yang telah dijalankan sejak lembaga tersebut berdiri sekitar sebelas tahun yang lalu. Setiap tahun, FPSR berusaha hadir di tengah masyarakat dengan berbagai kegiatan sosial yang bertujuan membantu warga yang membutuhkan.
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya, tepatnya pada 2025, lembaganya juga menyalurkan bantuan dalam jumlah yang hampir sama kepada masyarakat di sejumlah wilayah.

Sebelum pembagian bantuan dimulai, acara terlebih dahulu diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Zainul Arifin, yang akrab disapa Gus Tumpeng, dari Kabupaten Gresik. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa kepedulian, kebersamaan, serta meningkatkan amal ibadah selama bulan Ramadhan.
Setelah tausiyah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran santunan serta pembagian paket sembako kepada para penerima yang telah hadir di lokasi acara.
Dalam sambutannya, Aris Gunawan juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang selama ini mendukung kegiatan sosial LSM FPSR. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi organisasi untuk terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberadaan FPSR tidak hanya sebagai lembaga sosial, tetapi juga sebagai wadah komunikasi dan advokasi bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Aris juga membagikan pandangannya mengenai perjalanan membangun organisasi. Menurutnya, dalam setiap perjuangan pasti ada tantangan yang harus dihadapi. Namun, yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu bangkit kembali setiap kali menghadapi kegagalan.
Dengan anggota yang tersebar di berbagai daerah, LSM FPSR berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan sosial serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Harapan kami, FPSR bisa terus hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta menjadi bagian dari upaya membela kepentingan rakyat,” pungkas Aris Gunawan.


