banner 728x250
Daerah  

Kebanggaan Keluarga Kaperwil Elangbali Jateng, Putra Resmi Jalani Pendidikan di Akmil Magelang

Sapaberita, i news site PT media group globalindo – Surakarta – Rasa haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Kaperwil Elangbali Jawa Tengah setelah putra tercinta Anggara, S.E., yakni Ghossan Hari Anggara, resmi memulai pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang sebagai Kopral Taruna. Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sejak awal, jalan menuju Akademi Militer bukanlah proses yang mudah. Diperlukan kedisiplinan tinggi, kesiapan mental, pengorbanan, serta doa dan dukungan penuh dari keluarga. Di usia muda, Ghossan memilih jalur pengabdian sebagai calon perwira TNI dengan tekad menjaga kehormatan Merah Putih dan kedaulatan Indonesia.

Bagi keluarga, keberhasilan ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah besar yang harus dijaga. Di balik seragam loreng yang dikenakan, tersimpan tanggung jawab moral untuk membawa nama baik keluarga sekaligus mengabdi kepada bangsa. Momen haru pun tak terbendung ketika orang tua menyaksikan putranya berdiri tegap sebagai Taruna Akademi Militer, tempat lahirnya para pemimpin masa depan TNI.

Anggara, S.E. mengungkapkan bahwa perjalanan putranya hingga berhasil menembus Akmil penuh dengan perjuangan dan doa. Ia menilai pendidikan militer tidak hanya membentuk fisik dan kemampuan, tetapi juga karakter, loyalitas, integritas, serta keteguhan dalam prinsip hidup.

Menurutnya, kekuatan seorang prajurit tidak hanya berasal dari kemampuan tempur, tetapi juga dari ketulusan hati dalam mengabdi kepada negeri serta nilai-nilai keimanan yang menjadi landasan moral.

Pengabdian kepada negeri tanpa iman akan menjadi sia-sia,” demikian pesan yang selalu dipegang keluarga sebagai pengingat bahwa jabatan dan kehormatan harus berjalan seiring dengan akhlak dan kejujuran.

Kini, langkah Ghossan Hari Anggara di lingkungan Akademi Militer Magelang menjadi awal perjalanan panjang menuju cita-cita sebagai penjaga kedaulatan negara. Harapan besar pun disematkan agar ia mampu tumbuh menjadi prajurit yang disiplin, berkarakter kuat, dan berdedikasi bagi bangsa Indonesia.

Di tengah ketatnya pendidikan militer, doa keluarga terus mengiringi setiap langkahnya. Bagi orang tua, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi negara, bangsa, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *