banner 728x250
Daerah  

Menu Sekolah di SPPG Brangkal 1: Transparansi Biaya dan Kualitas Jadi Prioritas

BOJONEGORO – Di tengah perhatian masyarakat terhadap pemenuhan gizi anak-anak di sekolah, pihak penyedia makanan di SPPG Brangkal 1 Kepohbaru menegaskan komitmennya terhadap transparansi Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta kualitas bahan yang digunakan. Penjelasan ini disampaikan langsung kepada penanggung jawab sekolah (PIC) untuk memberikan gambaran jelas mengenai penggunaan dana dan komposisi menu.

Menurut pihak penyedia, menu porsi kecil yang ditawarkan seharga Rp8.000 dirancang dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi dan rasa. Setiap porsi terdiri dari roti manis senilai Rp3.000, keju slice Rp2.000, dan puding melon susu Rp3.000. Penyedia menekankan bahwa pemilihan bahan dilakukan dengan cermat agar anak-anak mendapatkan makanan yang lezat, bernutrisi, dan sesuai standar gizi.

Menu ini bukan sekadar angka di RAB, tapi hasil perhitungan matang antara kualitas bahan, kandungan gizi, dan biaya. Anak-anak harus tetap mendapatkan makanan sehat meskipun porsinya ekonomis,” jelas perwakilan penyedia.

Selain menu porsi kecil, pihak penyedia juga menyiapkan menu porsi besar dengan tambahan kacang telur senilai Rp2.000 per porsi. Penambahan ini bertujuan meningkatkan asupan protein dan energi, mendukung konsentrasi dan stamina siswa selama belajar. Dengan penyesuaian ini, menu porsi besar tetap seimbang dari sisi gizi dan biaya, memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal.


Penyedia menegaskan bahwa kualitas bahan menjadi perhatian utama, terutama pada puding. Puding dibuat dari buah melon segar dan susu segar, tanpa tambahan perasa atau bahan instan. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga cita rasa alami sekaligus mengurangi risiko konsumsi bahan tambahan yang kurang sehat. Roti manis dan keju slice pun dipilih berdasarkan kandungan energi dan keseimbangan gizi, agar setiap menu tetap mendukung tumbuh kembang anak.

Seorang guru di SPPG Brangkal 1 menambahkan, “Kami merasa lebih percaya diri mengetahui secara rinci komposisi dan harga menu. Transparansi ini penting agar orang tua juga bisa memahami apa yang anak-anak mereka makan.”

 

Keterbukaan terkait RAB dan komposisi menu juga menjadi bentuk akuntabilitas penyedia. Informasi ini disampaikan agar semua pihak terkait, termasuk PIC sekolah, orang tua, dan staf internal sekolah, dapat menilai penggunaan anggaran secara jelas. Hal ini diharapkan menghilangkan kesalahpahaman atau keraguan terkait kualitas dan harga menu yang disediakan.

Program penyediaan makanan di SPPG Brangkal 1 bukan sekadar kewajiban administratif. Menu yang seimbang dari sisi gizi dan rasa diyakini dapat membantu anak-anak lebih fokus dan bertenaga saat belajar. Sinergi antara sekolah dan penyedia makanan diharapkan terus berjalan, memastikan pemenuhan gizi yang tepat dan memberi manfaat nyata bagi kesehatan fisik maupun mental siswa.

RAB menu porsi kecil senilai Rp8.000 per porsi bukan hanya soal harga. Angka tersebut mencerminkan perhitungan matang antara transparansi, kualitas bahan, dan pemenuhan gizi anak. Dengan komitmen menjaga mutu, nilai gizi, dan efisiensi biaya, penyedia berharap program ini menjadi contoh praktik baik dalam penyediaan makanan di sekolah, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *