
Sapaberita.i news site, PT gruob globalindo jaya Indonesia – Malang, Jawa Timur – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar trah R. Soemo dan Rasmi untuk menggelar temu keluarga di kawasan Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini sukses menyatukan ratusan anggota keluarga dari berbagai daerah dalam suasana kebersamaan yang kental.
Sejak pagi hari, lokasi acara mulai dipadati para peserta yang datang bersama keluarga masing-masing. Mereka berasal dari lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga para sesepuh keluarga. Momen tersebut dimanfaatkan untuk saling melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu, terutama bagi anggota keluarga yang merantau ke luar kota
Keceriaan terlihat dari interaksi antaranggota keluarga yang saling bersalaman dan berbincang akrab. Tradisi saling memaafkan yang identik dengan Lebaran pun menjadi bagian penting dalam acara ini, mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi sarana mengenalkan sejarah keluarga kepada generasi muda. Diketahui, R. Soemo memiliki asal-usul dari Banten, sedangkan Rasmi berasal dari garis keturunan lingkungan Keraton Yogyakarta. Latar belakang tersebut menjadi kebanggaan tersendiri yang memperkaya identitas keluarga besar ini.

Suasana semakin hangat dengan sajian beragam kuliner khas Lebaran yang disiapkan secara gotong royong. Hidangan tradisional seperti opor ayam, sambal goreng, hingga aneka kue kering menjadi pelengkap kebersamaan, sekaligus menghadirkan nuansa khas hari raya yang begitu dirindukan.
Suharsono, salah satu anggota keluarga yang dituakan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai reuni ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan keluarga besar di tengah kesibukan kehidupan modern.
“Melalui pertemuan seperti ini, hubungan kekeluargaan bisa tetap terjalin erat. Kami berharap generasi muda dapat melanjutkan tradisi ini di masa mendatang,” ujarnya.
Acara tidak hanya diisi dengan ramah tamah, tetapi juga doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan akan keberkahan bagi seluruh keluarga. Menjelang penutupan, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus kenangan berharga.
Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, reuni keluarga trah Soemo–Rasmi ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat ikatan keluarga di tengah perubahan zaman.
(RED)IqbAL)


