banner 728x250
Daerah  

Paguyuban Pedagang Angkringan Waduk Ketapang Perkuat Solidaritas Lewat Program Dana Sosial

Sidoarjo – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus ditunjukkan para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Angkringan Waduk Ketapang, Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Melalui kesepakatan bersama, para anggota membentuk program dana sosial sebagai wujud solidaritas untuk membantu sesama pedagang yang mengalami musibah, sakit, maupun meninggal dunia.

Program tersebut digagas oleh Koordinator Paguyuban Angkringan Waduk Ketapang, Siombing, bersama salah satu anggota, Luqman Arif. Keduanya mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan dan mempererat hubungan kekeluargaan melalui budaya saling peduli di lingkungan usaha.

Dana sosial berasal dari iuran rutin para anggota yang dikumpulkan berdasarkan hasil musyawarah bersama. Seluruh dana yang terkumpul akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk membantu anggota yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh pedagang.

Iuran ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian antaranggota. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pedagang yang sedang mengalami musibah, sakit, maupun keluarga anggota yang meninggal dunia. Harapannya, bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka,” ujar Siombing.

Pengumpulan iuran dijadwalkan dua kali setiap bulan, yaitu setiap tanggal 15 dan pada akhir bulan. Nominal iuran ditentukan melalui kesepakatan bersama sehingga pelaksanaannya berlangsung secara sukarela dengan mengedepankan rasa tanggung jawab dan kekeluargaan.

Selain menjadi sarana bantuan sosial, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ikatan persaudaraan antaranggota paguyuban. Dengan adanya dukungan bersama, setiap pedagang tidak merasa sendiri ketika menghadapi cobaan maupun kesulitan.

Paguyuban Pedagang Angkringan Waduk Ketapang berharap program dana sosial tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh positif bagi komunitas usaha mikro lainnya. Nilai-nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian yang terus dijaga diyakini mampu menciptakan lingkungan usaha yang harmonis, kompak, serta saling menguatkan.
(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *