
Suasana religius yang hangat dan penuh haru menyelimuti Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo saat masyarakat menggelar haul untuk mengenang jasa para tokoh panutan desa, KH. Abdulloh (Mbah Tambak) dan Bu Nyai Dewi Siti Aminah binti KH. Abu Mansyur (Sono). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum spiritual yang tidak hanya mempererat silaturahmi warga, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya menghormati perjuangan para pendahulu.
Sejak pagi hari, warga Desa Kepatihan di wilayah Tulangan telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama dan tabur bunga di makam KH. Abdulloh (Mbah Tambak) serta Bu Nyai Dewi Siti Aminah. Prosesi ziarah berlangsung dengan penuh ketenangan dan rasa hormat. Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menciptakan suasana haru, seolah menghadirkan kembali kenangan akan perjuangan kedua tokoh tersebut dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kepatihan Rigor Putratama, Sekretaris Desa Novianto, Ketua LPMD H. Atmuari, pengurus makam desa, perangkat desa, serta para tokoh masyarakat. Kebersamaan para pemimpin desa dengan warga menjadi simbol kuat persatuan dan kecintaan terhadap warisan spiritual yang telah ditanamkan para sesepuh.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian usai salat Isya di Masjid Baitussalam Desa Kepatihan, masjid yang didirikan oleh KH. Abdulloh (Mbah Tambak). Masjid tersebut tampak dipenuhi jamaah dari berbagai kalangan usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk bersimpuh mengikuti pengajian dengan penuh kekhusyukan. Momen ini menjadi pengingat bahwa ajaran dan keteladanan para ulama tidak pernah lekang oleh waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kepatihan Rigor Putratama menyampaikan bahwa haul ini merupakan bentuk penghormatan mendalam masyarakat terhadap jasa para pendiri dan tokoh agama desa. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan pengabdian yang diwariskan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Sementara itu, Ketua LPMD sekaligus pengurus makam Desa Kepatihan, H. Atmuari, menuturkan bahwa kegiatan haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana memperkuat ikatan batin antarwarga. Menurutnya, melalui kegiatan ini masyarakat diingatkan untuk selalu menjaga persatuan, meningkatkan keimanan, serta meneladani akhlak mulia para sesepuh.
Sepanjang acara, nuansa kebersamaan begitu terasa. Warga saling menyapa, berbagi cerita, dan larut dalam doa bersama. Haul ini seakan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini—menghubungkan perjuangan para pendiri desa dengan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan terselenggaranya kegiatan haul ini, masyarakat Desa Kepatihan berharap semangat religius dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan KH. Abdulloh (Mbah Tambak) dan Bu Nyai Dewi Siti Aminah akan terus hidup di tengah kehidupan warga. Acara tersebut tidak hanya menjadi peringatan spiritual, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang menyentuh hati, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan identitas desa sebagai komunitas yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebersamaan.


