
Minggu pagi, 15 Februari 2026, menjadi hari yang penuh warna di jantung kota Sidoarjo. Kawasan alun-alun yang biasanya dipadati warga berolahraga dan beraktivitas santai, kali ini menjelma menjadi arena hiburan terbuka. Ribuan masyarakat berkumpul untuk menyaksikan penampilan Orkes Melayu Sang Jagad yang sukses menyulap Car Free Day menjadi panggung dangdut rakyat.
Sejak matahari mulai meninggi, alunan musik pembuka langsung mengundang perhatian. Irama khas dangdut yang menghentak berpadu dengan vokal para penyanyi menciptakan atmosfer semarak. Warga yang semula asyik jogging, bersepeda, atau sekadar berjalan santai perlahan mendekati panggung, menikmati suguhan musik yang membangkitkan semangat pagi.

Penampilan Andin, Adelia Diva, Aini, dan Dita Nadila menjadi magnet utama dalam acara tersebut. Dengan gaya panggung yang atraktif dan sapaan hangat kepada penonton, mereka mampu membangun kedekatan yang terasa begitu akrab. Sorakan dan tepuk tangan menggema, bahkan tak sedikit pengunjung yang ikut bernyanyi bersama, menciptakan harmoni antara artis dan masyarakat.
Chandra Likayana, S.Pd, pimpinan Orkes Melayu Sang Jagad sekaligus Orkes Melayu New Prasasti, menyampaikan bahwa partisipasi mereka merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan hiburan positif di ruang publik. Ia menilai Car Free Day bukan hanya rutinitas mingguan, melainkan wadah interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga.

“Kami ingin musik dangdut bisa dinikmati semua kalangan. Ini adalah musik rakyat yang menyatukan tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.
Sepanjang pertunjukan, suasana kian hangat. Banyak warga mengabadikan momen melalui ponsel, sementara lainnya berjoget bersama keluarga dan sahabat. Kebersamaan yang tercipta membuat acara ini terasa istimewa—bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan kecil yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu irama.
Salah seorang pengunjung, Misto dari Gedangan, mengaku terhibur dengan konsep hiburan langsung seperti ini. Menurutnya, menghadirkan musik dangdut di ruang terbuka memberi pengalaman berbeda dan memperkaya suasana akhir pekan.

Hal senada disampaikan Ketua Ayunda Goba Maksum yang menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia percaya kegiatan seni seperti ini mampu memberi dampak positif, memperkuat solidaritas, serta menciptakan ruang publik yang lebih hidup dan inklusif.
Menjelang akhir acara, lagu-lagu populer dinyanyikan serempak oleh penonton. Wajah ceria dan tawa lepas menjadi pemandangan yang menghiasi alun-alun pagi itu. Orkes Melayu Sang Jagad berhasil menghadirkan hiburan yang membekas di hati masyarakat.

Car Free Day kali ini pun meninggalkan kesan mendalam. Dangdut kembali membuktikan diri sebagai musik pemersatu—menghadirkan energi, keceriaan, dan rasa kebersamaan yang membuat warga Sidoarjo menantikan momen serupa di pekan-pekan berikutnya.


