
Sidoarjo – Pengembangan Wisata Candi Recoh di Desa Gagangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, membawa dampak positif bagi kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Destinasi wisata bernuansa sejarah ini kini tak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi dan rekreasi, tetapi juga menjadi penggerak tumbuhnya usaha warga desa.
Antusiasme pengunjung yang terus meningkat, terutama saat akhir pekan, menunjukkan bahwa pengelolaan wisata desa berjalan ke arah yang tepat. Lingkungan kawasan wisata yang tertata, bersih, dan ramah pengunjung menjadi faktor utama yang membuat Candi Recoh semakin dikenal luas.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Desa Gagangpanjang, Ngadenan, yang dinilai berhasil menggali dan mengembangkan potensi desa dengan pendekatan partisipatif. Melalui kebijakan desa, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan kawasan wisata maupun pengembangan usaha pendukung.
Berdasarkan pengamatan di lokasi pada Minggu (8/2/2026), area Candi Recoh dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Sejumlah warga tampak memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka usaha kuliner, minuman, hingga jasa lainnya, sehingga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Ngadenan menuturkan bahwa konsep pengembangan wisata desa tidak hanya difokuskan pada jumlah kunjungan, melainkan pada dampak ekonomi yang dirasakan secara merata oleh warga.
“Harapan kami, wisata ini bisa menjadi ruang usaha bagi masyarakat. Ketika warga terlibat dan pengunjung merasa nyaman, maka keberlanjutan wisata akan terjaga,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan potensi wisata. Dengan adanya rasa memiliki, masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan wisata.
Ke depan, Pemerintah Desa Gagangpanjang berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi agar Wisata Candi Recoh semakin berkembang dan mampu menjadi ikon wisata desa yang berdaya saing serta berkelanjutan.(RED)SYT)


