banner 728x250
Daerah  

Dr. dr. Andre Yulius Sebut Dominikus Adi Sutarwijono Teladan Pemimpin yang Mengedepankan Pengabdian

Surabaya – Kabar wafatnya Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 dan 2024–2029, Dominikus Adi Sutarwijono, S.I.P, pada Selasa (10/2/2026), membawa duka mendalam bagi masyarakat Surabaya. Sosok yang dikenal bersahaja dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan itu meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan politik dan pembangunan kota.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Dr. dr. Andre Yulius mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Ia menilai almarhum sebagai pribadi yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan publik dan tidak pernah lelah memperjuangkan suara rakyat.

Beliau adalah contoh nyata pemimpin yang menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Setiap kebijakan yang diperjuangkan selalu berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. dr. Andre, Rabu (12/2/2026).

Menurutnya, Dominikus memiliki gaya kepemimpinan yang membumi. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspirasi warga tersampaikan dengan baik. Kedekatannya dengan masyarakat menjadi salah satu ciri khas yang membuatnya dihormati, baik di internal partai maupun oleh warga Surabaya secara luas.

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD, Dominikus dinilai mampu membangun komunikasi yang harmonis antara legislatif dan masyarakat. Pendekatan dialogis yang ia terapkan turut memperkuat kolaborasi dalam merumuskan kebijakan daerah.

Dr. dr. Andre juga menekankan bahwa almarhum dikenal konsisten menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Berbagai program strategis yang lahir pada masa kepemimpinannya disebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup warga Surabaya.

“Integritas dan kerendahan hati beliau menjadi inspirasi bagi kami semua. Pengabdiannya akan selalu dikenang,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

Kepergian Dominikus Adi Sutarwijono meninggalkan kesan mendalam di hati banyak orang. Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, sementara deretan karangan bunga yang memenuhi lokasi persemayaman menjadi simbol penghormatan terakhir.

Bagi Surabaya, almarhum bukan sekadar pejabat publik, melainkan figur pemimpin yang menghadirkan keteduhan dan harapan lewat kerja nyata. Warisan nilai pengabdian, kejujuran, dan semangat melayani yang ia tinggalkan diyakini akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Pahlawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *