
Semangat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan terasa hangat dan penuh kekhusyukan dalam kegiatan sinau bareng Pra Ramadhan yang digelar oleh DPK LIRA Taman berkolaborasi dengan Majelis Al-Itihad. Mengusung tema Muwaada’ah Pra Ramadhan: Falsafah Kekasih Muhammad dari kitab Mukhtarul Hadist, kegiatan ini menjadi ruang spiritual yang mempertemukan masyarakat dalam satu tujuan mulia: memperdalam cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus mempersiapkan diri lahir dan batin menyongsong Ramadhan.
Mas Muhammad Aisy Atoh’illah, yang akrab disapa Mas Atok. Dengan gaya penyampaian yang lembut, penuh hikmah, dan mudah dipahami berbagai kalangan, Mas Atok mengajak jamaah menyelami nilai-nilai luhur ajaran Rasulullah yang tertuang dalam kitab Mukhtarul Hadist.
Dalam tausiyahnya, Mas Atok menuturkan bahwa makna muwaada’ah bukan sekadar perpisahan dengan bulan sebelumnya, tetapi juga perpisahan dengan kebiasaan buruk yang selama ini melekat dalam diri. Ia mengajak para jamaah menjadikan Pra Ramadhan sebagai momentum hijrah spiritual—membersihkan hati dari iri, dengki, dan kesombongan, serta menanamkan akhlak mulia sebagaimana dicontohkan Rasulullah.

“Ramadhan adalah tamu agung. Sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan hati yang bersih dan penuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dari sanalah keberkahan Ramadhan akan benar-benar kita rasakan,” pesan Mas Atok yang disambut anggukan khusyuk para peserta.
Kegiatan ini mendapat izin dan dukungan penuh dari Bupati LIRA, H. M. Nizar, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sinau bareng tersebut. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan majelis ilmu merupakan langkah positif dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. Ia berharap kegiatan serupa terus digalakkan sebagai bagian dari upaya mempererat persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPK LIRA Taman, Andi Prasetio, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa sinau bareng ini merupakan agenda rutin yang menjadi wujud komitmen pihaknya dalam membina kehidupan spiritual masyarakat. Ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang keilmuan yang ramah bagi semua kalangan, terutama generasi muda.

Andi Prasetio berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi dan kepedulian sosial. “Kami ingin sinau bareng ini menjadi wadah kebersamaan. Dengan berkumpul untuk belajar agama, hati kita menjadi lebih lembut, rasa persaudaraan semakin kuat, dan semangat menyambut Ramadhan pun semakin terasa,” ujarnya.
Antusiasme jamaah yang hadir mencerminkan kerinduan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang menyejukkan. Banyak peserta mengaku mendapatkan ketenangan batin dan motivasi untuk memperbaiki diri menjelang Ramadhan.
Melalui kegiatan ini, DPK LIRA Taman dan Majelis Al-Itihad tidak hanya menghadirkan kajian keilmuan, tetapi juga menyalakan harapan dan semangat perubahan di tengah masyarakat. Sinau bareng Pra Ramadhan menjadi pengingat bahwa cinta kepada Rasulullah bukan sekadar ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam akhlak, kepedulian, dan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari
Dengan hati yang lebih bersih dan semangat yang diperbarui, masyarakat diharapkan dapat menyambut Ramadhan sebagai momentum transformasi diri—menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat dengan Allah SWT.


