
SURABAYA – Perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Aziz, Kepala Biro Radar CNN Surabaya, hingga kini masih belum menunjukkan kepastian yang jelas. Meskipun laporan telah diproses oleh pihak kepolisian, korban mengaku belum memperoleh informasi tegas terkait siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.
Situasi ini mendapat perhatian dari manajemen Media Radar CNN yang menilai proses penanganan perkara berjalan kurang maksimal. Mereka menekankan pentingnya percepatan penyelidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, sekaligus memberikan rasa keadilan bagi korban.
Direktur Utama Media Radar CNN, Edy Macan atau yang dikenal sebagai Abah Edy Macan, menyampaikan permintaan secara tegas kepada aparat kepolisian, khususnya di wilayah Probolinggo, agar segera mengambil langkah konkret. Ia menilai bahwa tindakan hukum yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani kasus ini.

Ia juga menegaskan bahwa praktik kekerasan yang mengarah pada premanisme harus diberantas tanpa pandang bulu. Menurutnya, negara harus hadir melalui aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk para jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui jajaran Reskrim menyampaikan bahwa mereka telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor sebagai bentuk transparansi. Surat tersebut berisi informasi terkait tahapan penyelidikan yang sedang berlangsung.
Namun bagi korban, informasi tersebut belum cukup memberikan kepastian. Aziz mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima surat tersebut pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB. Ia mengaku masih menunggu kejelasan mengenai langkah lanjutan dari pihak kepolisian, terutama terkait penetapan tersangka.
Abah Edy Macan juga kembali mengingatkan bahwa sebelumnya telah ada komunikasi langsung dengan pihak kepolisian setempat yang menyatakan komitmen untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Oleh karena itu, ia berharap komitmen tersebut dapat direalisasikan melalui tindakan nyata di lapangan.
Selain itu, ia turut menyoroti maraknya aksi premanisme yang dinilai meresahkan masyarakat. Ia meminta aparat untuk tidak ragu dalam menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih jika dilakukan secara terorganisir atau mengatasnamakan kelompok tertentu.
Dalam upaya memperkuat pengawasan, manajemen Media Radar CNN juga telah mengirimkan tembusan laporan ke Mabes Polri. Langkah ini diambil guna memastikan adanya koordinasi yang lebih luas serta pengawalan terhadap proses hukum yang sedang berjalan
Di sisi lain, kondisi korban saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Aziz mengaku masih mengalami dampak trauma akibat kejadian tersebut, disertai keluhan fisik yang dirasakannya. Tidak hanya itu, keluarganya juga merasa khawatir dan membatasi aktivitas di luar rumah demi menjaga keamanan.
Korban berharap agar pihak kepolisian dapat segera memberikan perkembangan yang lebih jelas dan tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut. Ia menginginkan adanya kepastian hukum sebagai bentuk keadilan atas peristiwa yang dialaminya.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas, khususnya terkait perlindungan terhadap jurnalis dan komitmen aparat dalam menegakkan hukum. Banyak pihak berharap agar penanganan perkara ini dapat berjalan secara transparan, profesional, dan berpihak pada keadilan.


